Kalau saja aku diberi satu keinginan aku ingin menjadi dia. Dia yang selalu menjadi
kebanggaan setiap orang. Orang tuanya, guru-guru, teman-teman bahkan orang yang
mendengar namanya saja bangga terhadapnya setelah mendengar berderet
prestasinya dibacakan di depan para orang tua kami, semua orang yang hadir
dalam acara sacral ini.
Aku pun terpana mendengar berbagai penghargaan terlekat
pada dirinya. Bangga, jelas pasti dirinya bangga. Sedangkan aku ? aku tidak
memiliki prestasi tinggi sepertinya yang sudah berulang-ulang pergi mengikuti
kompetisi diberbagai penjuru kota maupun provinsi hingga nasional. Merunduk meratapi
nasipku. Aku ingin sekali mengukir namaku dalam catatan daftar prestasi di
sekolah ini. Sayang, itu semua pasti tidak mungkin lagi. Waktu tak akan bisa
mengembalikanku walaupun hanya sedetik. Penyesalan tak pernah datang lebih
awal.


