Sebulan yang lalu, saya dan teman-teman Fakultas Persiapan bahasa pergi ke salah satu museum budaya di Astrakhan. Itu merupakan sebuah program eskursi bagi mahasiswa fakultas persiapan di universitas kami. Museum tersebut jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus, sekitar 15 menit perjalanan dengan bus. Kami pergi dengab didampingi oleh dekan Fakultas dan seorang guru Matematika.
kunjungan ke museum
Museum itu awalnya adalah sebuah rumah. Namun diubah fungsi menjadi sebuah museum budaya. Rumah itu sudah berdiri semenjak perang dunia kedua. Menjadi saksi bisu sisa-sisa perang dunia kedua. Rumah itu terbuat dari kayu dengan arsitektur yang cukup menawan. Banyak barang-barang tua tersimpan rapi di dalam museum itu. Misalnya : mesin ketik, telepon, mesin jahit, jam dinding, pakaian tradisional dan lain-lain.
Di sana kami disambut oleh dua orang yang menjadi pemandu kami di museum itu. Seorang pria yang berumur dengan setelan jas hitam, serta seorang wanita dengan setelan berwarna merah muda tua. Mereka menyambut kami dengan senyum hangat penuh keramahan khas Rusia. Mereka memandu kami mengelilingi meseum tersebut sembari menjelaskan semua tentang museum dan barang-barang yang tersimpan di sana.
sepasang pemandu tour
Di tengah-tengah tour kecil di museum. Sepasang pemandu tersebut mempertunjukkan beberapa tarian dan nyanyian tradisional Rusia. Dengan diiringi seorang pemain musik yang handal bermain Arkodion. Mereka berdansa serta bernyanyi dengan gerakan yang menawan. Pertunjukan yang sangat menarik. Kami pun tak hanya diam saya memperhatikan sepasang orang tua itu, kami juga diajak menari bersama serta memainkan permainan tradisional Rusia.
dua wanita adu kekuatan
Di akhir tour kecil tersebut kami diajak mencicipi makanan khas Rusia yaitu Blini, sejenis pancake tipis. Makanan yang cukup enak sembari dinikmati dengan secangkir teh hangat. Banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang kami dapat dalam kunjungan kali ini. Walau tak banyak yang dapat saya mengerti dari penjelasan - penjelasan pemandu tour dikarenakan bahasa rusia saya yang masih minim. Namun kunjungan kali ni menarik minat saya akan budaya Rusia.
Blini, pancake khas Rusia
by : Herru Anggiantama
hehe iya gan,
BalasHapusyang jelas rasanya gak semanis gula dalam negeri ))
tpi banyak hal baru yg didapat di sini hehe